Anti Panik Hadapi Tantrum!

Tantrum, salah satu fase perkembangan emosi anak yang kerap memancing emosi dan menguras kesabaran kita sebagai orang tua. Tak jarang, tantrum ini dilakukan di tempat-tempat umum seperti mall, kawasan wisata, atau di tempat makan, sehingga membuat risih dan ada perasaan malu karena menjadi pusat perhatian.

Tapi Bunda, jangan panik saat hal tersebut terjadi. Kepanikan kita sebagai orang tua yang bertanggung jawab untuk meredakan tantrum anak, justru berpotensi memberikan penanganan yang keliru. Alih-alih tenang, si kecil malah bisa semakin meradang.

sumber : canva application

Tantrum sebenarnya adalah fase yang sangat wajar dilalui anak dalam masa perkembangannya. Tantrum atau dalam istilah psikologisnya disebut sebagai temper tantrum, diartikan sebagai perilaku marah pada anak-anak, yang diekspresikan dengan berteriak, berbaring di lantai, memukul, menendang, dan kadang-kadang menahan napas.

Fase ini biasanya terjadi dalam rentang usia 1-4 tahun karena keterbatasan anak-anak pada usia ini dalam mengkomunikasikan rasa frustasi dan kesalnya saat mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Namun, penanganan yang tidak tepat terhadap tantrum, berkemungkinan menyebabkan tantrum menjadi kebiasaan hingga dewasa untuk mendapatkan perhatian atau hal yang diinginkan.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi dan menangani anak yang sedang dalam masa tantrum?

1. Tetap tenang

Saat anak tantrum, sebagai orang tua yang paling utama harus kita upayakan adalah tetap tenang, tidak balas berteriak atau memarahi anak, bahkan memaksa anak untuk menghentikan amukannya. Sikap yang tenang akan membuat tantrum pada anak lebih mudah untuk di atasi.

2. Bawa ke tempat yang lebih tenang dan berikan ruang

Jika anak mulai tantrum di tempat umum, maka bawa anak untuk menjauh dari keramaian. Kemudian berikan dia ruang dan kesempatan untuk meluapkan emosinya. Tapi tetap didampingi dan diawasi ya.

3. Tunjukkan empati

Kita bisa memeluknya dengan lembut sambil membisikkan kata-kata yang positif untuk membantunya menenangkan diri.

4. Cari tahu penyebab

Karena kemampuan anak  dalam berkomunikasi di fase tantrum ini masih terbatas, maka kita bisa mencari tahu penyebabnya dengan menanyakan beberapa kemungkinan, seperti “kamu lapar?” atau “kamu ngantuk?”. Anak bisa memberikan respon berupa anggukan atau menggelengkan kepala.

5. Alihkan perhatian anak

Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Nah, hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatiannya saat tantrum. Misalnya mengajaknya membaca buku favoritnya, atau menawarkan makanan kesukaannya, dan lain-lain.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa Bunda coba terapkan saat si kecil mulai tantrum. Kuncinya tetap tenang dan konsisten . Tapi jika tantrum pada anak sangat intens dan melibatkan kontak fisik yang menyakiti dirinya atau orang lain, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog untuk mendiskusikan masalah tersebut dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi :

https://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak

https://bebeclub.co.id/article/tips-advice/6-tips-tenang-atasi-tantrum-pada-anak/?AspxAutoDetectCookieSupport=1

Hits: 3

Related posts

Leave a Comment