Hari Anak Sedunia 2018: Selamat Menunaikan Hak-hak Anak!

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat Hari Anak Sedunia!

Setiap tanggal 20 November setiap tahunnya, dunia merayakan hari anak sedunia, termasuk Indonesia. Selain memeriahkan media sosial dengan ucapan selamat hari anak, hal apa lagi ya yang bisa kita lakukan untuk memperingati selebrasi ini?

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah me-refresh pengetahuan kita tentang 10 hak anak. Sudahkah Ibu tahu tentang 10 hak anak yang harus dipenuhi oleh orangtua?

Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989, terdapat 10 hak anak, yaitu:

  1. Hak untuk bermain
  2. Hak untuk mendapatkan pendidikan
  3. Hak untuk mendapatkan perlindungan
  4. Hak untuk mendapatkan nama (identitas)
  5. Hak untuk mendapatkan status kebangsaan
  6. Hak untuk mendapatkan makanan
  7. Hak untuk mendapatkan akses kesehatan
  8. Hak untuk mendapatkan rekreasi
  9. Hak untuk mendapatkan kesamaan
  10. Hak untuk memiliki peran dalam pembangunan

Sepuluh hak tersebut wajib dimiliki orang seorang anak, yang didefinisikan sebagai seorang individu yang berusia di bawah 18 tahun. Hak-hak anak melekat dalam diri anak. Hak-hak anak adalah hak asasi manusia. Hak-hak anak menjadi hak asasi anak. Artinya, walaupun anak-anak belum memiliki peran dan tanggung jawab seperti orang dewasa, mereka tetap memiliki hak-hak asasi selayaknya orang dewasa.

Nah, kini mari kita lihat poin pertama pada hak-hak anak di atas. Ternyata, bermain memiliki posisi teratas di antara hak-hak lainnya. Penempatan ini pasti bukan tanpa sebab. Bermain bagi anak adalah pekerjaan paling serius yang harus dilakukan dan adalah hak anak untuk bisa bermain dengan menyenangkan.

Ibu, jika kita kaitkan dengan materi-materi di Kelas Bunda Sayang, maka kita akan melihat bahwa materi-materi tersebut sangat sejalan dengan pemenuhan hak-hak anak terutama hak anak untuk bermain. Saat mengerjakan Tantangan 10 Hari pada setiap level, kita dituntut untuk dapat melakukan kegiatan bersama anak. Bermain bersama, ngobrol bersama, membaca bersama.

Anak memang lebih membutuhkan kehadiran kita dibandingkan hadiah atau jajanan yang kita sediakan hampir setiap hari. Apa gunanya semua hadiah itu jika ayah dan ibu tidak pernah ada untuk bermain dengan anak?

Semoga pada selebrasi Hari Anak Sedunia ini, kita bisa bersama-sama meluruskan tekad kita untuk dapat membersamai anak-anak kita dan berkomitmen untuk melindungi serta memenuhi hak-hak mereka. Insya Allah..

Salam Ibu Profesional!

 

Penulis: Dece @ibujerapah

 

Referensi:

  1. https://www.unicef.org/indonesia/id/01_mengenal_hak_hak_anak.pdf
  2. https://www.kontras.org/baru/Kovensi%20Hak%20Anak.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *