Ilmu, Bekal Seorang Ibu

Author : Afina Azmi

Menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga merupakan salah satu impian para wanita khususnya yang sudah menjajaki kehidupan berumah tangga. Diantara wanita-wanita luar biasa tersebut, ada Ila Nugrahani, seorang teteh kelahiran Tasikmalaya yang merupakan member IIP Bandung di Bumi Kabungah 6. Teteh kelahiran 28 Februari 1991 ini begitu bersyukur bisa menemukan IIP sebagai wadahnya untuk belajar menjadi pribadi yang lebih berkualitas, terlebih sebagai ibu yang kini tengah membersamai kedua buah hati tercintanya, Nazira Qurbah Abqariyah dan Nazran Uwais Al Qarni.

Memilih berkarir sebagai ibu tentu saja membutuhkan ilmu dan dukungan keluarga. Teh Ila yang merupakan istri dari Erip Saeful Rizal ini merasa sangat bersyukur dikaruniai seorang suami yang selalu sayang dan suportif dalam menjalankan perannya di keluarga sehingga di tengah perjuangannya sebagai ibu, teh Ila bisa pula berbisnis gamis secara online. Pilihan bisnisnya jatuh pada gamis anak ternyata terinspirasi dari pakaian anak pertamanya, Nazira atau yang akrab disapa ZIra atau kakak, ketika masih bayi. Bagi teh Ila, bisnis haruslah berangkat dari apa yang disukai supaya senang menjalaninya.

Dalam hidupnya, teh Ila berpendapat bahwa lingkungan yang baik akan sangat membantu dalam menciptakan kebahagiaan keluarganya, terlebih bagi kedua buah hatinya yang masih kecil-kecil. Karena itulah, pada bulan November 2019, setelah masa pencarian selama lima tahun, teteh yang senang berkebun ini memutuskan untuk pindah ke tempat baru di Tanjungsari-Sumedang. Di sini Alhamdulillah teh Ila merasakan aura positif yang sesuai dengan harapannya. Selain lingkungan yang Islami, alamnya masih asri, airnya bersih, juga didominasi oleh akhwat yang tentu menjadikan teh Ila nyaman berinteraksi dengan tetangga sekitar. Selain itu, di kompleks tersebut ada agenda tahsin, liqo, juga taklim yang menjadikan teh Ila semakin betah di tempat barunya.

Melancarkan iqro dan menambah hafalan sang kakak merupakan satu dari beberapa harapan teh Ila. Karenanya, tahsin menjadi salah satu syarat mutlak agar harapannya ini dapat terwujud di kemudian hari. Selain itu, melakukan pembiasaan membaca iqro pada buah hatinya juga dilakoni dengan penuh ketekunan sedari anak pertamanya berusia 4 tahun. Tentu ada masa naik turunnya, namun begitu Alhamdulillah buah kerja keras bersama, juga digenjot dengan tantangan sang suami tersayang, menjadikan Zira kini sudah memasuki lembaran Iqro dua di usia lima tahunnya.

Terakhir, teteh yang sebelumnya tinggal di Bandung ini berpesan: “Jika menghadapi masalah hidup, ujian berat, atau sakit, hadapi dengan ilmu, karena ilmu akan membawa kita pada solusi. Bagaimana kita bisa dapat ilmu? Dengan belajar..”

Jika Anda menyukai tulisan ini, mari bagikan, agar manfaatnya bisa tersebar lebih luas 🙂

Hits: 44

Related posts

Leave a Comment