Mengintip Keseruan Literacy Fun Day Vol.2 bersama Komunitas Aleut

Mengapa Sejarah?

Kalau mendengar kata sejarah, apa sih yang terlintas di pikiran kita? Pahlawan, peristiwa penting di masa lampau, gedung tua? 

Beberapa orang masih merasa belajar sejarah itu nggak asyik, kurang seru, membosankan. Padahal belajar sejarah juga penting karena mengajarkan pengalaman di masa lampau untuk dapat kita jadikan pelajaran dan memanfaatkannya dalam merencanakan masa depan. Maka dari itu, kemampuan literasi sejarah juga perlu untuk diajarkan pada anak-anak kita.

Dalam rangka mengenalkan sejarah Kota Bandung pada anak-anak, Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Bandung mengadakan Literacy Fun Day vol.2 pada hari Sabtu, 2 November 2019. Acara yang diadakan di Taman Balaikota Bandung ini menggandeng Komunitas Aleut, sebuah komunitas di Kota Bandung yang memang fokus mempelajari sejarah, khususnya di Kota Bandung. 

Pada acara ini, RB literasi ingin menciptakan momen satu hari bermain bersama keluarga. Karena itu konsep yang dipilih adalah amazing race dengan tujuan melatih kepemimpinan, toleransi, kerjasama tim, dan kedisiplinan. Sasarannya adalah anak-anak berbagai usia yang didampingi oleh peserta dewasa. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan 3-6 anak + orangtua pendamping. Tiap anak mendapatkan paspor untuk menempelkan stiker yang didapat di tiap pos.

Read Aloud

Read aloud oleh Teh Dece Ibu Jerapah

Sebelum dimulai acara, sebanyak 27 pasang peserta diajak mendengarkan dongeng oleh Teh Dece Ibu Jerapah. Dalam kesempatan kali ini, Teh Dece membacakan buku berjudul Aku Suka Caramu. Buku tersebut menceritakan tentang seorang anak tuna netra yang memiliki cara sendiri untuk dapat hadir ke acara ulang tahun temannya. Seusai membacakan buku, Teh Dece berpesan pada seluruh anak agar lebih peka dalam mengamati lingkungan sekitarnya selama acara amazing race berlangsung.

Mari Bermain!

Pos 1: menyambung titik menjadi bangunan bersejarah

Pos pertama di Taman Batu dekat Patung Dewi Sartika. Tiap anak mendapat selembar kertas bergambar bangunan bersejarah di Bandung yang digunakan untuk meneropong bintang. Yup, Observatorium Bosscha namanya. Gambarnya belum sempurna, karena itu tiap anak dibekali krayon untuk menyambung titik-titik di kertas sehingga membentuk gambar gedung Observatorium Bosscha. Sembari menggambar, kakak-kakak dari Komunitas Aleut menerangkan tentang sejarah bangunan tersebut. Bagi yang sudah menyelesaikan gambarnya akan mendapatkan sebuah stiker.

Berbaris seperti kereta api menuju Pos 2

Pos kedua berada di Taman Labirin. Setiap anak berbaris sesuai kelompoknya seperti kereta api sambil melewati lorong labirin. Di sepanjang lorong ditempel gambar-gambar bangunan bersejarah di Kota Bandung. Masing-masing anak mengambil satu gambar untuk pos berikutnya. Setelah itu mereka mendapat stiker.

Sebelum berangkat, anak-anak mendapat penjelasan bahwa kereta api merupakan moda transportasi modern yang menggantikan peran kuda. Kereta api mulai masuk ke Priangan pada tahun 1884 dan sejak itu Bandung menjadi berkembang pesat.

Mendapat stiker seusai keluar dari labirin Pos 2

Pos ketiga berada di teras bangunan beberapa meter dari Taman Labirin. Tiap anak mendapat puzzle potongan gambar untuk disusun sesuai dengan gambar yang mereka ambil di lorong Taman Labirin, yaitu gambar Gedung Sate, Gedung Merdeka, Balaikota, Gereja Katedral, dan Gereja Bethel. Jika telah usai menyusun puzzle dengan benar, anak mendapat stiker.

Pos 3: menyusun puzzle bangunan bersejarah

Pos terakhir terletak di Taman Sejarah. Ada 5 gambar bangunan bersejarah Kota Bandung yang harus dicocokkan dengan bayangannya, yaitu Bank Escompto, Bank Dennis, Savoy Homann, Vila Isola, dan Bioskop Majestic. Setelah usai mencocokkan semua gambar, tiap anak mendapat stiker termasuk stiker terakhir tanda menyelesaikan seluruh pos.

Pos 4: bekerja sama mencocokkan gambar bangunan bersejarah

Kemudian kakak-kakak dari Komunitas Aleut menjelaskan tentang gedung-gedung yang ada di sepanjang permainan. Penjelasan singkat sesuai kemampuan tangkap anak dalam memahami sejarah. Tidak lupa mereka juga membekali orangtua penjelasan lengkap dari tiap bangunan tersebut untuk dapat dijelaskan lagi di lain hari.

Pembagian hadiah dan doorprize

Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang dan juga doorprize untuk para peserta. Beberapa peserta dan orangtua menyampaikan kesan dan pesan positif atas keikutsertaannya dalam acara ini. Harapannya setelah ikut acara ini, bonding antara orangtua dan anak menjadi lebih erat dan bisa menjadi kegiatan yang membahagiakan bagi setiap keluarga. Selain itu juga agar anak-anak dan orangtuanya dapat lebih antusias dalam mempelajari sejarah Kota Bandung. (Danica)

Hits: 2

Related posts

Leave a Comment