Montessori at Home

Scientific observation has established that education is not what the teacher gives; education is a natural process spontaneously carried out by the human individual, and is acquired not by listening to words but by experiences upon the environment. The task of the teacher becomes that of preparing a series of motives of cultural activity, spread over a specially prepared environment, and then refraining from obtrusive interference.


Maria Montessori, Education for a New World

Bunda, pasti tidak asing dengan istilah Montessori. Di media sosial akan mudah sekali menemui hashtag ini yang memperlihatkan gambar anak-anak yang nampak sedang asyik dengan aktivitas yang dilakukannya disertai dengan berbagai peralatan yang mendukung. Jika dilihat dari foto-foto tersebut, apa sih yang pertama kali terlintas dalam pikiran Bunda tentang Montessori?

Sumber:https://montessoriacademy.com.au/montessori-education/montessori-resources/

Meskipun sebagian besar dari Bunda telah mengenal Montessori, ada juga yang masih belum mengenal salah satu pendekatan pendidikan yang paling populer saat ini. Persepsi umum yang ditemui terkait Montessori adalah membatasi, mahal, dan kaku. Apakah benar demikian? Mari berkenalan lagi dengan Montessori!

Apa itu Montessori? Sebenarnya Montessori adalah suatu metode untuk mengamati dan mendukung perkembangan yang alami dari anak. Ada dua aspek penting dari definisi ini yaitu mengamati (observing) dan mendukung (supporting). Dengan demikian, bagi setiap orang tua yang ingin mempraktikan Montessori di rumah, maka kedua hal inilah yang menjadi prioritas, bukan hanya menyediakan media edukasi.

Hal menarik dari Montessori yaitu pandangan bahwa orang tua memegang tanggung jawab utama untuk kehidupan dan perkembangan anak-anaknya. Montessori memberikan tanggung jawab tunggal kehidupan awal anak kepada orang tua, sebelum sekolah formal. Hal ini berarti anak akan berada di lingkungan rumah dengan orang tua sebagai penanggung jawab aktivitas, terutama di tiga tahun pertama kehidupan anak, yang menurut Montessori memiliki peranan lebih penting di antara waktu lainnya dalam perkembangan anak.

Dari sinilah sebenarnya dapat dipahami bahwa menerapkan Montessori di rumah bukan hal yang tidak mungkin.

Bagi Bunda yang ingin mempraktikan Montessori di rumah, ada dua filosofi penting yang terlebih dahulu perlu dipahami. Menurut Montessori, hal ini berfungsi sebagai perangkat internal perkembangan anak, yaituthe absorbent mind dan the sensitive periode.

The sensitive periode, yaitu waktu-waktu di mana anak sedang menyerap satu karakteristik lingkungan. Hal ini dapat kita lihat ketika seorang anak memiliki ketertarikan yang kuat untuk mengulangi tindakan tertentu untuk beberapa lama, tanpa ada alasan yang jelas. Jika seorang anak dicegah dari rasa keterarikan dalam periode sensitif ini, maka kesempatan untuk memiliki rasa ingin tahu alami akan hilang selamanya.

Montesori mengamatiterdapat lima periode sensitif yaitu:

  1. need for order in environment,
  2. the use of hand and tongue (refinement of the senses),
  3. the development of walking,
  4. a fascination with minute and detailed objects,
  5. and intense social interest.

Filosofi yang kedua, the absorbent mind, yaitu kapasitas anak yang mampu menyerap informasi yang ada di sekelilingnya.

umber:http://wildflowerramblings.com/baby-play/montessori-peter-rabbit-nursery/

Semua hal di atas diciptakan dalam prepared environment, yaitu lingkungan yang dirancang untuk membangun kemandirian anak dalam belajar dan bereksplorasi secara maksimal. Hal ini bisa dilakukan sedini dan sesederhana mungkin di rumah.

Bagi orang tua yang memiliki bayi, dapat menyiapkan ruangan bergaya Montessori. Tidak perlu furniture yang mahal, sediakan tempat tidur yang rendah dan lemari yang rendah sehingga dapat diakses oleh anak. 

Untuk anak-anak yang lebih besar orang tua dapat menyediakan peralatan keseharian untuk ukuran anak (sendok, gelas, kursi, meja), spotatau space khusus yang berisi buku-buku untuk dibaca, permainan pretend-play, atau boneka. Tidak harus lemari khusus, tapi benda-benda tersebut disimpan sesuai kategori tertentu. Selamat mencoba!

Disarikan dari Workshop Montessori at Home oleh Marlitha Giofenni

Referensi:

http://www.montessori.edu/maria.html

https://livingmontessorinow.com/how-to-start-using-montessori-at-home/

Lillard, Paula Polk. (1972). Montessori: A Modern Approach. New York: Sochen Books.

Penyunting: Gina Zulfah Nur

IG: @ginazulfah

Member RB Literasi dan Bungah 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *