Resume KulWap Kabungah 5: Stunting bersama Azmi Ajeng Ayunastity

A. Materi

STUNTING

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Hasil Riskesdas tahun 2013 menyebutkan kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan bahwa di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 balita kurang kalori, serta 5 dari 10 balita kurang protein.

Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh stunting:
▪ Dampak jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh
▪ Dampak jangka panjang adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua.
Semuanya itu akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitas, dan daya saing bangsa.

Penyebab stunting di antaranya akibat kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran).

Penyebab stunting antara lain sebagai berikut :                              

  1. Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil yang kurang. Ibu hamil harus mendapatkan makanan dan vitamin yang cukup gizi, suplementasi zat gizi (tablet zat besi atau Fe), dan terpantau kesehatannya. Namun, kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet tambah darah hanya 33%. Padahal, mereka harus mengonsumsi minimal 90 tablet selama kehamilan.
  2. Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.
  3. Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Pemberian ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya.
  4. Ibu yang mengalami kekurangan nutrisi pada masa remaja, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak.
  5. Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi.
  6. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Upaya pencegahan stunting:

  1. Memperbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan.
  2. Memperhatikan kecukupan gizi remaja perempuan, agar ketika ia dewasa dan mengandung tidak mengalami kekurangan gizi.
  3. Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan khususnya kebersihan tangan.
  4. Mengukur tinggi badan dan berat badan anak secara rutin setiap kali memeriksa kesehatan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan.

Dirangkum dari berbagai sumber

B. Tanya Jawab

Litha – Apakah kasus stunting di Bandung banyak?

Saya belum punya data kasus di Bandung. Kalau di Jawa Barat prevalensi kejadian stunting 29,2 %.

Herly Novita – Apakah cara identifikasi stunting itu cukup hanya dengan cek tinggi badan berkala?

Sebaiknya rutin mengecek berat badan dan tinggi badan anak secara berkala, supaya terpantau status gizinya apakah normal atau ada gangguan.

Aneu –  Apakah tandem nursing atau nursing while pregnant bisa menjadi salah satu penyebab stunting?

Belum tentu. Selama kebutuhan nutrisi bayi, janin dan ibunya terpenuhi, tidak masalah. Tetapi memang perlu ikhtiar lebih ketika tandem nursing.

Arianne – Kalau balita dalam fase sedang sakit/pemulihan, bagaimana caranya kita bisa melengkapi kebutuhan nutrisinya agar tidak stunting? Apakah pemberian vitamin cukup?

Kebetulan anak saya sedang sakit , jadi kurang selera makannya

Saat anak sakit memang biasanya nafsu makan menurun. Menurut saya pemberian vitamin saja belum cukup. Harus diperbaiki kondisi sakitnya, karena saat sakit tubuh akan memecah energi untuk melawan penyakit, sedangkan untuk pertumbuhan pun memerlukan asupan yang baik. Sehingga baiknya diperbaiki kondisi penyakitnya lalu ditingkatkan asupan makannya secara bertahap.

Annisa Nur Ilham – Anak saya usia 15 bulan, sudah 2 bulan berat badannya tetap. Bulan pertama mungkin masih adaptasi karena saya hamil lagi, minum ASInya turun dratis. Bulan kedua baru sembuh dari sakit, sakit mencret satu minggu dan demam tiga hari. Nah, katanya kalau berat badan sampai dua bulan tidak naik, harus konsultasi ke dokter. Teteh ada rekomendasi dokter spesialis anak?

Silakan konsultasi ke dokter spesialis anak kepercayaan keluarga. Insha Allah semua dokter anak concern akan tumbuh kembang anak. Jika mau berkonsultasi dengan dokter spesialis di RS kami, ada dr. Lia Marliyani sp.A di Poli Tumbuh Kembang RS Al Islam Bandung.

Aneu – Apakah kandungan nutrisi ASI pada ibu yang sedang hamil berbeda kandungannya dengan ibu yang hanya menyusui saja (tidak sedang hamil)?

Kandungan nutrisi ASI ibu hamil tidak banyak berbeda dengan kandungan ASI ibu menyusui saja. Yang berbeda tingkat produksi ASInya. Saat hamil ada hormon estrogen yang menyebabkan turunnya produksi ASI. Jadi asupan ibu yang menjalani tandem nursing harus benar-benar dijaga karena harus memenuhi asupan untuk ibu, janin, dan bayi yang disusui.

Cory – Apakah stunting ini bisa dideteksi saat masih dalam kandungan? Saya sedang hamil dan selalu merasa lapar.

Deteksi dini stunting bisa  dan perlu dilakukan saat kehamilan. Dengan rutin memeriksakan kehamilan pada faskes khususnya dokter di RS agar terpantau BB janin dan BB ibu hamil. Pemberian suplementasi zat besi dan asam folat serta pemberian makanan tambahan pada ibu hamil berguna untuk mencegah bayi lahir stunting salah satunya. Wajar kalau ibu hamil selalu merasa lapar. Maka dari itu asupan nutrisi ibu hamil perlu dijaga khususnya asupan protein.

Mona –
1. Apakah ibu hamil yang mengalami anemia berisiko lebih tinggi melahirkan anak stunting?
2. Untuk kasus stunting kenapa lebih banyak terjadi di perkotaan daripada di pedesaan yaa teh?

1. Betul. Hamil dengan anemia berisiko lebih tinggi melahirkan bayi yang berisiko malnutrisi. Jika keadaan malnutrisi ini tidak diperbaiki dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) maka akan menjurus ke arah stunting.

2. Untuk kasus stunting yang terjadi di pedesaan maupun perkotaan hampir merata jumlahnya. Karena penyebab stunting antara lain kurangnya asupan nutrisi ibu hamil dan bayi saat 1.000 HPK, faktor terpapar infeksi atau kejadian kesakitan pada bayi, akses terhadap makanan sehat, faktor ekonomi, dan faktor pengetahuan ibu dan orang tua yang kurang.

Vega Oktavianty – Apakah pemberian zat besi pada anak perlu?

Jika memang ada risiko anemia, perlu adanya peningkatan asupan bahan makanan tinggi zat besi. Untuk suplementasi zat besi bisa diperlukan jika dari kejaran asupan makannya kurang. Tetapi untuk resep suplementasi zat besi harus konsultasi ke dokter.

C. Penutup

Kesimpulan: Stunting bisa dicegah. Perhatikan asupan makanan saat 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Mulai dari saat hamil, menyusui, pemberian ASI ekslusif 6 bulan, dan dilanjutkan sampai 2 tahun, serta pemberian MPASI yang cukup kuantitas dan kualitasnya. Memang butuh perjuangan yang tidak sedikit (saya mengalami juga), mungkin perjuangannya sampai berdarah-darah demi pertumbuhan anak yang sehat. Insha Allah berbuah pahala yang berlipat dari Allah.

D. Profil Narasumber

Nama : Azmi Ajeng Ayunastity
Suami : Arif Rahman Thamrin
Anak : Azzam Rafaizan Thamrin (6 bulan)
Alamat : Komp. Margahayu Kencana Blok E1 No. 20 Bandung
Pekerjaan : Nutrisionis di RS Swasta di Bandung Timur
Pendidikan : D3 Poltekkes Kemenkes Bandung Jurusan Gizi
Passion : Parenting, Nutrisi, Public Speaking

Diresume oleh: Marlitha Giofenni

Hits: 3

Related posts

Leave a Comment