Resume KulWap RB Literasi: Perjalanan Penuh Cinta Bersama Buku dan Cerita

Moderator: Neni Gustiani & Eriska Meiyanis
Narasumber: Ari Novianti Riadi
Dirangkum oleh Quraeni Wardhany

KulWap ini merupakan acara penutup Festival Membacakan Nyaring yang diselenggarakan oleh Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Bandung


Profil Narasumber

Hai, salam kenal saya Ari, tapi biasanya dipanggil Bubi. Saya punya 2 orang anak, si besar berusia 16 tahun yang biasa dipanggil Jaja oleh adiknya dan si kecil berusia 5 tahun biasa kami panggil Neneng.

Sebetulnya saya kaget juga diminta sharing sama mba dece karena merasa ga punya banyak cerita seputar materi read aloud ini..
Tapi saya mau coba menceritakan perjalanan membaca kami yaa..

Sebelum saya menceritakan tentang Jaja, mungkin yang lebih diingat buat saya itu cerita kami bersama Neneng. Ketika saya hamil, kebetulan suami saya sangat senang belajar, jadi beliaulah yang mengenalkan saya dengan banyak kebiasaan baik dan hal-hal sehat.

Di usianya yang baru saja memasuki 36 jam kala itu, Neneng memulai perjalanannya bersama buku dan cerita. Sejak saat itu one book a day kami upayakan untuk berjalan teruuuus.. Saya membacakan buku hanya dari 5 judul, buku cerita anak-anak bergambar sederhana, yaitu buku miffy, buku koguma dan buku berjudul kecupan yang sangat kami sukai.
Hingga hari ini Neneng masih menikmati perjalanannya bersama buku dan cerita setiap malam sebelum tidur.
Tentunya dengan koleksi buku yang bertambah banyak ya..

Tapi, saya sebetulnya ingin berbagi sedikit saja..
Anak-anak tidak membutuhkan buku dengan jumlah yang sangat banyak lho..
Saya suka bilang pada teman-teman saya yang baru memulai kebiasaan baik membacakan buku, bahwa buku yang dibutuhkan anak tahap awal 5 saja sudah cukup. 5 buku anak berkualitas baik, dengan konsistensi meluangkan waktu untuk membacakannya, akan sangat bermanfaat, ketimbang memiliki 100 buku dengan kualitas yang tidak terjaga apalagi kemudian konsistensi meluangkan waktunya juga masih kurang ya..

Nah kalau Jaja, saat ini dia membaca jauh lebih banyak buku dibanding Bubi. Jaja membaca judul-judul besar seperti Homodeus dan Sapiens (karya Yuval Noah Harari), a brief history of time (Stephen Hawking), Our final invention: AI (James Barrat), Moral Judgment of the child (Piaget), Meditation (Marcus Aurelius), Hamlet (Shakespeare), Bumi Manusia (Toer), dll. Jaja membaca setidaknya 2 judul buku dalam 1 pekan. Jaja juga masih meluangkan waktu membaca buku fiksi remaja sebagai selingan.

Rasanya buat kami, anak-anak itu adalah mesin peniru ulung.
Bubi dan Babah menikmati membaca dan berdiskusi seputar buku, tak jarang ketika ada chapter menarik dalam buku yang sedang dipegang salah satu dari kami, maka buku di estafetkan ke pihak lainnya (bahkan ke Jaja), lalu kami larut dalam diskusi panjang membahas hal tersebut.
Konyol juga ya..

Bercerita adalah hal yang alami buat Babah dan hal yang perlu pembiasaan dan pengalaman buat Bubi.

Kebetulan di rumah kami, anak-anak tidak diberi kesempatan berinteraksi dengan layar, baik gadget maupun tv.

Meski jaja membaca buku-bukunya via kindle, tapi kindle jaja tidak bisa dikoneksikan ke internet dan hanya bisa digunakan sebagai alat membaca buku saja.

Sehingga, cerita adalah pengisi hari-hari kami. Jaja akan menceritakan kepada Neneng, cerita-cerita mythologi tentang Hercules, Perseus, bahkan Thor dan pohon Yggdrasil. Babah akan menceritakan perjalanan harinya dengan menarik dan membuat seolah-olah harinya sangat luar biasa. Bubi biasanya bercerita di mobil kala Neneng rewel di perjalanan. Bahkan lagu anak Indonesia pun penuh dengan cerita yang indah dan kaya dengan keragaman kata.

Misal ya..
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani dikaki langit
Gunung menjulang
Berpayung awan
Oh indah pemandangan


Lagu tadi sudah begitu kaya dengan imajinasi, cerita dan bahasa yang indah.

Untuk mendengarkan klik: Voice Note 1

Atau,

tiap anak bermain kasti, tidak lawan kawanku Basri
tiap hari Basri berlatih memukul tangkap dan lari
pukulannya hebat sekali, larinya seperti kelinci
tiap anak mengenal Basri
Basri jago kasti

Untuk mendengarkan klik: Voice Note 2


Bubi Ari: Terima kasih banyak ya.. Saya sudah diundang kesini.. Terharu hehehee..
Boleh ya saya mulai dengan membaca puisi, Karena tema nya kan tentang literasi. Ini puisinya dari kumpulan puisi anak karya sahabat saya Manda Wellang. Klik di sini.

Karena literasi itu luas sekali..
Anak-anak bisa kita kenalkan dengan keragaman dan kekayaan literasi..
Lewat buku, cerita, dongeng juga puisi

Agin Puspa: Puisi ini sepertinya cocok buat disampaikan ke anak balita yaa Bubi…?

Bubi Ari: Anak balita sampai anak remaja pun sepertinya masih pas saya..

Neni Gustiani: Literasi ternyata cakupan luas ya Bubi..?

Bubi Ari: Kalau anak balita buat didengarkan saja sudah menyenangkan..
Anak usia sekolah mungkin bisa membacakan..
Bisa diulik.. Misal penekanan dikata dua atau kata berakhiran “ku”

Neni Gustiani: Luar biasa..kalau anak-anak sudah senang dengan dunia literasi ??

Bubi Ari: Kalau anak usia remaja sudah bisa diajak kira-kira apa makna puisi ini.. Dan bisa jadi bahan bahasan tersendiri.. Dari mulai membahas tentang apa saja yang kau lihat, apa saja yang sudah kau buat, ke mana kamu pergi dst.

Sesi Tanya & Jawab

  • Nisa – member IP – Depok
    Assalamualaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu, Bubi..
    Masya Allah.. cerita keseharian keluarga Bubi dan buku sungguh menarik hati saya, bikin ngiri kepengin seperti itu juga ?
    Insya Allah sekarang sedang belajar membumikan buku di rumah, terutama dengan gempuran gawai di dalam keluarga besar.

    Kalau boleh bertanya.. bagaimana memulai membacakan buku pada bayi, kadang si Emak ini bahkan suka canggung ketika ngobrol dengan bayi, kurang bisa basa-basi..
    Dan bagaimana membagi waktu yang penuh dengan aktivitas ini itu dan diluangkan untuk membaca?

    Itu saja, terima kasih Bubi, jika sudah berkenan menjawab pertanyaan saya.
    Wassalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu..

Jawab:  Dijawab menggunakan voice note, sila klik link ini.
Kalau dalam waldorf kami kenal istilah ritme.. Dan buat saya ritme ini membantu banget..

Ritme misalnya..
Ritme pagi
Bangun
Unyel-unyelan
Wudhu – Shalat subuh
Terus ngobrol-ngobrol
Mandi
Siapin sarapan
Makan bareng

  • Gina – member IP – Bandung barat
    Bubi Ari, bolehkah berbagi dengan kami seperti apa pendidikan literasi dalam Waldorft? Bagaimana penerapannya di rumah?

Jawab: Waldorf membagi perkembangan anak kedalam periode per-7 tahun
Dalam periode pertama
Usia 0-7th adalah masanya willing atau berkehendak
Usia 7-14th adalah masanya feeling atau perasan
Kemudian 14-21th adalah masanya thinking

Dalam waldorf ada hal yang sangat lekat dengan kegiatan anak usia dini dan usia sekolah.
Periode 0-7 dan periode 7-14. Dan inilah menurut saya bagian kecakapan literasi ala waldorf
Di usia pra sekolah (kinder waldorf biasanya dimulai diusia 2 atau 3th hingga 6,5th) Dongeng adalah kegiatan rutin.

Dongeng seperti apa. Dongeng waldorf untuk anak usia dini itu akan diulangi selama periode tertentu misal 1 bulan atau 3 bulan bahkan dongengnya sama terus
Dan dongeng waldorf untuk usia dini dihapalkan oleh pendongengnya kata per kata. Disampaikan tanpa intonasi berlebih, lembut, rata dan tenang..
Unik ya……
Karena anak-anak usia dini masih hidup di alam penuh imajinasi

Dan menurut pendekatan waldorf, anak-anak akan terbangun dari mimpi/khayalannya bila dongeng disampaikan dengan intonasi suara yang berlebihan. Anak-anak membutuhkan waktu agar dongeng masuk ke dalam dirinya. Dan menjadi bermakna.
Oleh karena itu membutuhkan pengulangan berkali-kali agar pesan yang bermakna tadi melekat dalam diri anak

Nah..
Untuk anak usia sekolah 7-14th
Mereka tetap akan mendapatkan dongeng..
Dongengnya disampaikan setiap hari
Dongeng berbeda setiap harinya..

Dongengnya merupakan bagian penting dari main lesson anak
Kalau di usia dini dongeng dihapalkan. Kalau usia sekolah dongengnya bisa dibacakan, boleh ada intonasi, nada tidak lagi monoton

  • BuMei – non member IP – Bandung
    Saat baca cerita. Saya kendala mngigat nama-nama tokoh. Terutama siroh nabi. Apalagi buku cerita tanpa gambar sama sekali. Karena saya condong gaya “visual”. Mohon pencerahan. Terimakasih

Jawab:  Kalau menurut saya.. Dibacakan saja ceritanya teh..
Memang terkadang mengingat detail itu menantang ya..
Jadi dibacakan saja..
Akan menyenangkan buat anak (dan buat ibunya juga) kalau ceritanya 1 saja dulu selama beberapa periode..

Buku cerita tanpa gambar menurut saya sama menyenangkannya..
Kalau dibacakan perlahan, dan lembut..
Beri kesempatan anak untuk memvisualisasikan dengan imajinasinya, cerita yang sedang dibacakan

Mungkin tips lagi.. Luangkan waktu
Akan berat kalau kita tergesa-gesa
Masukkan porsi bercerita atau membaca kedalam ritme keseharian
Masukkan di ritme yang tenang dimana kesibukan bisa ditunda (atau bahkan sudah selesai)

Buat saya, Waktu yang tepat adalah malam hari sebelum tidur
Mungkin teteh-teteh akan menemukan waktu tepatnya di kesempatan lain..
Tapi lakukan berulang sehingga menjadi terbiasa dan akhirnya menjadi ritme keseharian

  • Agin – member IP- Bandung
    Bubi,  kalau sejak awal ritmenya anak sudah tidak teratur gimana ya untuk membuat anak kembali punya ritme teratur contohnya seperti putrinya bubi? Misal hari ini anaknya mau dibacain dongeng sebelum tidur, besoknya pas jam tidur si anak malahan pengen main trus sampai akhirnya dia ngantuk dan ketiduran.

Jawab:  Voice note jawaban klik 1 & 2 (lanjutan jawaban).

  • Eriska – member IP- Bandung
    Bubi mau tanya sebenarnya ini pertanyaan titipan adik ,  bagaimana membuat tetap ritme yang nyaman untuk anak bayi 5 bulan dibacakan dongeng? sedangkan adik saya bekerja sebagai perawat…terkadang masuk jam 7 pagi pulang jam 5 sore atau sebaliknya jika kedapatan shift malam, terkadang ketika ingin membacakan antara anak sudah bobo atau adik sayanya pergi bekerja, ujung-ujung nya tidak jadi lagi membacakan.

Jawab:  Kalau buat saya.. Untuk anak bayi..
Dibacakan atau didongengkan saat menyusui saja sudah sangat menyenangkan lho..
Mungkin bisa disimpan waktu dongeng sebagai ritme ketika ketemu selepas berpisah..
Atau kegiatan menyusu pertama setelah berpisah diisi menyusu + dongeng
Asik kan..

  • Tika – Member IP – Bandung:
    Kualitas buku seperti apa yang baik untuk anak balita? Seperti materi dari Bubi di awal, buku 5 tak apa asal bagus kualitasnya.. Saya penasaran apakah saya sudah menyiapkan buku yang berkualitas bagus untuk anak.

    Lalu menyikapi perasaan bosan.
    Anak saya suka bosan kalo baca buku itu-itu melulu. Jadi baru di tengah-tengah dia sudah berdiri dan main yang lain lagi. Belum ada 5 menit padahal. Bagaimana ya Bubi? Anak saya 1.5 tahun. Padahal dulu di bawah 1 tahun, seneng banget baca buku. Sekarang lebih suka pegang sendiri, main-main, tapi pas dibacain malah kabur.

    Tapi kalau liat buku baru, pasti penasaran banget minta dibacain. Setelah 2-3 kali baca di waktu yang berbeda, tidak tertarik lagi.

Jawab:  Waaaah ada yang bosan…
Kalau dirumah saya…Bosan itu disyukuri hehehe..
Karena sebetulnya kebosanan itu adalah langkah awal menuju sesuatu yang berarti.

Kualitas buku hmmm, Kalau saya boleh memilih
Saya lebih memilih buku cerita
Daripada buku alphabet atau buki tentang angka

Buku cerita untuk mengenalkan membaca awal..
Kalau saya lebih suka yg gambarnya bercerita dan tulisannya tidak hanya menjadi membeo gambarnya..

Yang membeo misalnya ya..
Teks cerita, Ibu memasak di dapur. Gambarnya, Seorang ibu lagi memasak didapur. Saya menghindari buku-buku  seperti itu..
Kalau anaknya kabur saat baca buku..
Saran saya.. Pilih waktu lain untuk membaca..
Dimana anak merasa tenang dan sudah tercukupi kebutuhan mainnya..

Semoga semua yang saya sampaikan menimbulkan pertanyaan baru, dan semoga tidak ada yg puas dengan jawaban saya yaa..
Supaya belajar terus dan mencari pengalaman..
Sesungguhnya setiap pertanyaan hanya membutuhkan pengetahuan dan pengalaman untuk mendapatkan jawabannya

Saya mau sampaikan sedikit tentang lagu dan cerita..

Kemarin sepertinya sudah sempat saya tuliskan dua buah lagu yang begitu kaya akan keindahan literasi. Nah.. Lagu juga awalnya yang sangat baik untuk mengenalkan kecakapan literasi pada anak.. Lagu lagu anak di Indonesia ini sangaaaaaat kaya..

Banyaaaaaaaaaak sekali..
Dari mulai lagu anak berbahasa Indonesia. Hingga lagu anak berbahasa daerah semua ada.

Ketika anak mendengarkan lagu, dinyanyikan oleh ibunya, dengan lembut, dengan sepenuh hati.. Banyak sekali yang tersampaikan kedalam dirinya..


Kalau memang bercerita masih menantang..
Mulailah dengan sebuah lagu.. Lagu anak yang penuh keindahan..

Ketika mendengar lagu tentang basri. Terbayanglah sosok si basri
Padahal kita juga mungkin ga kenal dan ga pernah ketemu anak bernama basri yang jago kasti kan. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman seperti ini kala mendengar lagu..
Langkah selanjutnya mengenalkan cerita. Agar anak bisa membuat jembatan, Menghubungkan apa yang dia dengar dan berimajinasi apa yang sebenarnya terjadi.. Ini semua bagian dari kecakapan literasi yang sangat dibutuhkan anak-anak masa depan.

Tapi bagian paling besar adalah kemampuan memahami. Literasi itu adalah kecakapan seseorang dalam memahami.

Memahami apa
Memahami kata-kata dalam bentuk suara
Memahami kata-kata dalam bentuk tulisan
Memahami gambar

Memahami pesan apa yang ingin disampaikan..

Nanti tahap selanjutnya kecakapan literasi pun berkembang jadi kemampuan menahan diri
Hehehe.. Ini yang kadang saya juga berat

Instruksi dalam bentuk simbol misal ?
Ini membutuhkan kecakapan literasi untuk bisa mengerti. Kurang lebihnya seperti itu..

  • Rifa menanggapi: Bubi, kecakapan literasinya bisa lebih dijelaskan? ??

Jawab: Misal ketemu iklan saja. Itu kan kecakapn literasi kita yang berkembang. Ketika kita memahami maksud si iklan. Bisakah kita menahan diri untuk tidak mengikutinya? Hehehee

  • Eriska: Teteh saya pengen menanggapi…. ✋ saya sendiri agak  kesulitan untuk membacakan cerita dalam bhs. Indonesia …apakah ada saran untuk orang tua yang kaya saya teh ? Karena ketika membacakan dalam bhs. Indonesia saya tidak se ekpresif seperti dalam bhs inggris…sedangkan saya sadar klo bahasa indonesia itu penting sekali… Nah kini anak saya usia 20 bln lebih tertarik read aloud dlm bhs inggris ketimbang indonesia…adakah cara untuk bisa meluruskan lagi ?

Jawab:  Yang ini yaaa. Gimana ya jawabnya hehehee..
Buku berbahasa Indonesia yang baik sekarang banyaaaaak sekali..
Mungkin bisa diawali dengan menggunakan buku-buku berbahasa Indonesia terlebih dulu. Rhythm – Repetition – Reverence
Masukkan ritme membaca buku bahasa Indonesia. Lakukan berulang-ulang. Dan lakukan dengan penuh rasa syukur (didalamnya ada keikhlasan, ketulusan, keindahan)

Bubi Ari: Tadi dibuka pakai puisi. Ditutup pakai dongeng yaa. Klik di sini untuk mendengarkan.

Terima kasih banyak atas kesempatannya..
Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan..
Semoga perjalanan kita pagi ini meninggalkan sesuatu yang baik dalam diri kita semua ya.

Artikel ini disunting oleh @quraeni.

Hits: 3

Related posts

Leave a Comment