[Sayembara Ibu] NON FIKSI – Ibu dan Kebahagiaan di Zaman Now

Author : Maesaroh

Seringkali kita temui satu keluarga sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ayah
bekerja, ibu bekerja dan anak-anak pergi sekolah sampai sore atau biasa kita tahu
sekolah full day. Jika kondisinya anak masih belum sekolah maka anak akan dititipkan
ke kakek dan neneknya atau ke tempat penitipan anak atau biasa kita kenal dengan
istilah daycare.


Jika kita renungkan kembali terkait dengan peran seorang ayah dan ibu maka
sesungguhnya peran ibu itu harus lebih banyak di rumah. Jangan membayangkan
bahwa di rumah itu akan diam saja karena sebenarnya pekerjaan ibu itu banyak dan
berat. Akan tetapi tidak sekaku kerja kantoran, kerja di rumah bisa dilakukan dengan
santai dan bahagia asal kita tahu dimana letak kebahagiannya dan ketika melakukan
apa.

Ketika hendak mengerjakan pekerjaan rumah, maka pilih pekerjaan yang disukai
terlebih dahulu atau cari skala prioritas, misal memasak dulu agar kita kuat dan sehat
dalam mengerjakan tugas rumah lainnya. Selanjutnya bisa mengerjakan yang
sekiranya diperlukan oleh anggota keluarga lain.

Dan di zaman yang sudah canggih ini, untuk mencari kebahagian bisa di dapat dari
handphone. Ya bagaimana tidak karena setiap ibu pasti memiliki akun media sosial
minimal satu aku misalnya akun facebook atau mungkin whatsapp yang langsung
terhubung dengan nomor handphome pribadi. Ketika sedang memasak ingin berbagi
resep masakan bisa langsung update status di fb atau WA.

Ketika merasa jenuh membersamai buah hati kita bisa update aktivitas anak. Jangan
salah bahwa ketika kita share aktivitas kita baik itu aktivitas dengan anak atau aktivitas
lainnya bisa mengurangi rasa stres. Kok bisa ya? Iya karena pada dasarnya seorang
perempuan butuh menyalurkan kata-kata. Nah, salah satu cara agar sesuatu yang ada
di pikiran juga hati dapat plong dan tidak menjadi stres maka harus sharing, diskusi,
cerita dst.

Selain itu dengan seringnya update aktivitas kita dengan buah hati atau kegiatan kita
sehari-hari bisa memotivasi diri untuk terus berkreasi. Ini ruang lingkup ketika kita tidak ada atau sedang tidak memiliki jadwal keluar rumah seperti pengajian atau mengikuti
kelas belajar lainnya.


Tantangan ibu di zaman sekarang justru lebih berat karena arus informasi mudah
sekali didapat sehingga anak pun memiliki jiwa kritis yang tinggi. Sebagimana dicatat
oleh Lamanna dan Riedman (1994) berbagai persoalan itu misalnya semakin
banyaknya ibu yang bekerja sehingga minim untuk fokus terhadap anak saja lalu
adanya standar yang lebih besar dalam membesarkan anak misalnya anak dituntut
nasyarakat untuk bisa berbagai macam keterampilan yang lebih konpleks daripada
zaman dahulu.

Namun terlepas dari tantangan yang pasti banyak tetap perlu diingat juga kemudahan
dan keuntungannya. Dalam hasil penelitian yang bertajuk “Indonesian digital mom
survei 2018 disebutkan bahwa 99% ibu di indonesia menjadi penentu belanja rumah
tangga. Angka ini naik 1% dibandingkan tahun lalu. Bahkan terjadi peningkatan
penggunaan internet 48,7% hingga 78,5%.

Ibu-ibu di Indonesia semakin cerdas secara digital terbukti dari adanya banyak sekali
onlineshop bermunculan. Sebuah brand harus bisa dipasarkan secara digital oleh
karena itu ibu bisa tetap berkarya tetap bisa belajar dan juga tetap bisa bersilaturahim meski di rumah.

Jika Anda menyukai tulisan ini, mari bagikan, agar manfaatnya bisa tersebar lebih luas đŸ™‚
fb-share-icon0

Hits: 5

Related posts

Leave a Comment