[Sayembara Ibu] NON FIKSI – Ibu Masa Kini dalam Konteks Keperawatan

Author : Andini Rumbitasari Pratami Putri

Bismillahirrahmanirrahim..

Ijinkan di moment Hari Ibu ini saya Andini sebagai seorang perempuan,istri,dan ibu plus juga seorang perawat ingin sedikit berbagi pengalaman lewat tulisan ini. Mudah2an tulisan ini ada manfaat untuk yg membaca Aamiin..

Mari kita telaah dulu apa sih perawat itu.. Menurut sumber yang saya ambil dari Wikipedia :

Perawat (bahasa Inggris: nurse, berasal dari bahasa Latin: nutrix yang berarti merawat atau memelihara) adalah suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian.

Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 38 tahun 2014,[1] definisi keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Perawat mengembangkan rencana asuhan keperawatan, bekerja sama dengan dokter, terapis, pasien, keluarga pasien serta tim lainnya untuk fokus pada perawatan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Perawat bekerja dalam sebagian besar spesialisasi dimana mereka bekerja secara independen maupun sebagai bagian dari sebuah tim untuk menilai, merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi perawatan.

Ilmu keperawatan adalah bidang pengetahuan dibentuk berdasarkan kontribusi dari ilmuwan keperawatan melalui peer-review jurnal ilmiah dan praktik yang dibuktikan berbasis. Ini merupakan bidang yang dinamis praktik dan penelitian yang didasarkan dalam budaya kontemporer dan kekhawatiran itu sendiri dengan baik mainstream dan subkultur terpinggirkan dalam rangka untuk memberikan perawatan budaya paling sensitif dan kompeten.

Masya Allah Tabarakallah saat Allah memberi amanah saya untuk menjadi ibu seakan-akan saya menjadi pribadi yg berubah. Yes betul berubah, status sebagai “ibu”menjadikan diri saya keluar dari zona nyaman saat saya gadis dahulu. Yang tdnya saya adalah anak rumahan yg jarang main sukanya nonton tv ,makan,ngemil,baca buku,belanja pernak pernik lucu, hobi koleksi serba serbi Hello Kitty,tidur teratur pokoknya comfort zone bgt deh setelah menjadi ibu semua kenyamanan yg saya rasakan pun mendadak berubah. Jam tidur kacau, emosi jg kacau jd baperan,galauers dsb. 

Dari situ sya berpikir kok begini ya jd ibu,semua serba mengalah demi anak. Tapiiii ternyata semua pengorbanan yg kita lakukan adalah hal yg paling indah yg pernah kita lakukan selama hidup. Memang saya termasuk yg mengalami masa2 galau dulu ga langsung dapet AHA momentnya. Allah Maha Baik masih memberi saya kesempatan merasakan nikmat nya menjadi seorang ibu. Alhamdulillah..

Nah,setelah saya pikir2 kok jadi ibu sama perawat tuh bnyak kesamaannya ya. Perawat tuh identik dengan kelembutan,kasih sayang, senyuman,dan hal2 yg yg bersifat ‘keibuan’ lainnya. Berarti Allah tuh memberikan saya peran peradaban yang luar biasa mentakdirkan saya sebagai perawat. Masya Allah Tabarakallah Alhamdulillah.

Sejujurnya peran sebagai perawat pun tidak langsung saya rasakan manisnya. Saya sempat mengalami masa galau juga karena sebagai perawat tuh banyak sekali tuntutan nya. Pasien/keluarga pasien seolah tidak mau tau kondisi hati kita yg mereka ingin kita selalu prima melakukan pelayanan terhadap mereka. Namun, saya baru mengerti ternyata itulah tantangan saya yang mempunyai misi spesifik sebagai perawat bahwa kita harus nothing to lose,bahwa kita harus ikhlas karena memang disitulah ladang pahala kita. Saya sempat membandingkan jam kerja saya juga dengan profesi lain yang dinasnya tidak 3 shift seperti saya. Belum lagi beberapa waktu belakangan muncul wacana ttg ibu rumah tangga vs working mom. Itu bener2 bikin galau dan merasa bersalah meninggalkan anak dirumah. Alhamdulillah Allah memberi kesempatan saya masuk Ibu profesional dan Alhamdulillah lewat bunda septi saya menjadi tercerahkan tentang apa sih itu ibu,kenapa kita harus profesional. Ternyata disini saya merasa materi yg disampaikan sesuai dengan kondisi saya bahwa apapun latar belakang kita apapun profesi kita seorang ibu adalah anugrah dan takdir terindah. 

Di hari ibu ini dan dengan tulisan ini saya mengungkapkan ekspresi sujud syukur saya sebagai seorang ibu dan perawat dengan segala lika likunya. Sela

Salam semangat dari saya untuk semua bunda,ibu,mama,umi,amma,umma,emak,amih,pokoknya apapun panggilan sayang dari anak2 untuk semua ibu didunia ini. 

Bandung, 17 Desember 2019

Andini Rumbitasari Pratami Putri

Jika Anda menyukai tulisan ini, mari bagikan, agar manfaatnya bisa tersebar lebih luas 🙂

Hits: 43

Related posts

One Thought to “[Sayembara Ibu] NON FIKSI – Ibu Masa Kini dalam Konteks Keperawatan”

  1. Teh Andiiiin.. jaman gadisnya setipe banget.. (kecuali aku “sedikit” tomboy dan bukan fans Hello Kitty) 😁

    Barakallah, teeeh~

Leave a Comment