[Sayembara Ibu] NONFIKSI – Hack Woman, Tipikal Ibu Masa Kini

Author : Peppy Febriandini

Hack Woman,

Tipikal Ibu Masa Kini?

Oke, sebelum tulisan ini melesat jauh dan melenceng dari alur pembicaraan, paragraf pertama ini Mamak dedikasikan sebagai kredit pada Wonder Woman dan Cat Woman (atau mungkin pada kreatornya?) karena judulnya terinspirasi dari dua tokoh tersebut.

Is it?

Mamak tak tahu banyak soal ibu masa kini itu yang seperti apa. Idealnya. Apakah yang aktif di dunia media sosial? Yang segala bisa? Yang ngga gaptek? Yang masih muda tapi sudah punya dua anak? (Apakah dua tahun menuju usia tiga dekade masih dalam kategori muda, anyway? Hahaa) Yang…

“Yang, aku mau dong… dibikinin es kopi. Tangan akunya terperangkap di atas keyboard, nih..”

Eta mah ibu-ibu yang merayu suaminya buat ke dapur, bikinin es kopi buat diminum bersama. Aheyy!

Nah, karena yang membuat tulisan ini sudah ibu-ibu dan hidup di masa sekarang maka penulis akan menceritakan sesosok ibu yang juga demikian dalam perspektif yang disukainya. So, Hack Woman it is. And it is the matter of preference so no question like… kenapa Hack, alih-alih Heck (what the heck!) , atau Huck biar mirip Hulk begitu. Please.

Hack (n). A strategy or technique for managing one’s time or activities more efficiently. (Dikutip dari lexico.com)

Jadi jika digabungkan, Hack Woman itu kurang lebih berarti wanita (bukan) super yang memiliki tingkat preferensi yang sangat tinggi terhadap berbagai trik dan menggunakannya sebagai solusi untuk tantangan yang dihadapinya. Terjemahan bebas, sebebas-bebasnya.

Contohnya, nih… beberapa bulan lagi dijadwalkan harus hadir dalam sebuah acara pernikahan saudaranya. Merasa wawasan bersoleknya sempit, begitu pula dengan koleksi alat “tempur”nya, si Mamak merasa tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli eye shadow pallete dkk. Alih-alih mengunakan jasa Make-up Artist, dia yakin bisa memanfaatkan waktunya untuk belajar menggunakan dan memanfaatkan apa-apa saja yang sudah dibelinya. Maka lahirlah Make-up Hack ala Mamak, yang merupakan kombinasi dan revisi dari berbagai hack yang dia temukan di dunia maya.

Selengkapnya mengenai trik berdandan tersebut bisa disimak di sini.

More hack? I have a better one here, about laundry.

Saking sukanya dengan hack, sampai-sampai ketika melihat dan langsung jatuh cinta pada sebuah personalized children book bikinan Wonderbly tapi merasa belum memungkinkan untuk menghadiahi kedua buah hatinya dengan buku tersebut (bahkan dirinya sendiripun menginginkan nama Keenandini sebagai tokoh utama dalam buku “The Little Girl who Dare to Dream”!), dia lalu melakukan beragam jurus hack agar bisa membuat personalized (her)child book sendiri :

Bukan meretas website-nya Wonderbly, tentu saja. Hihihi.

Tapi si Mamak memang sempat bermimpi bisa jadi seorang hacker sih waktu kuliah dulu. Terinspirasi oleh Fujimaru Takagi dalam serial Jepang, Bloody Monday. Well, the dream comes true somehow. Meskipun menjadi hacker di ranah lain. 😀

Sekali lagi, tulisan ini bukan tentang tips bagaimana menjadi ibu masa kini yang ideal, bukan pula tentang seorang ibu masa kini yang inspiratif, dan sebagainya. Bukan. Ini hanya tentang si Mamak dari geng PengejaSemesta yang menemukan salah satu kebahagiaannya dalam Madam Malkin’s robes for all occasions Mamak Peppy’s hacks for all occasions.

Hmmm, tapi kemudian Mamak ini mendapat satu pencerahan bahwa:

Ibu masa kini tidak boleh melupakan kebahagiaannya.

Masih teringat jelas wejangan Bu Septi saat “berkunjung” ke Whatsapp Group Rumah Bahagia Pengurus Ibu Profesional Bandung bahwa keluarga kita tidak memerlukan ibu yang sempurna tapi mereka membutuhkan ibu yang bahagia dan untuk mewujudkan kebahagiaannya, seorang ibu tidaklah harus mengorbankan apapun. Ini bukanlah soal apa yang harus dikorbankan dan siapa yang harus berkorban melainkan bagaimana seorang ibu memanfaatkan serangkaian hack agar dia tetap bisa melakukan hal yang disukainya tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Oke, kalimat yang terakhir itu murni interpretasi si Mamak pribadi. Hehee..

Lupakan paragraf yang Mamak tulis di awal tulisan ini, soal kredit untuk Wonder Woman dan Cat Woman. Tulisan ini jelas-jelas Mamak dedikasikan untuk Peppy Febriandini, atas kerja kerasnya untuk menemukan kebahagiaan sejati, atas perjuangannya melalui semua rintangan.

I love you.

I’m proud of you, dear me.

Bercanda… Tulisan ini juga Mamak buat untuk para ibu di seluruh dunia kok. Yang mana tidak semuanya mengerti bahasa Indonesia tapi biarlah. Mari berikan pelukan hangat untuk diri kita agar dia bisa tetap tegar dan kuat menciptakan kebahagiaannya. ❤

Jika Anda menyukai tulisan ini, mari bagikan, agar manfaatnya bisa tersebar lebih luas 🙂
fb-share-icon0

Hits: 45

Related posts

Leave a Comment