[Sayembara Ibu] NONFIKSI – Sebentar Saja Bunda

Author : Thoriqoh Nurullah Azma

Pernah engga sih mak terlintas dalam pikiran kita klau anak yang masih bergantung sama kita saat ini, seperti masih bergantung sama ASI. Kadang suka nepuk-nepuk badan kalau kita udah hilang fokus sama hal lain, padahal cuman mau bilang, “Bunda jangan ngerjain hal lain, temenin dulu aku main”. Atau dia yang bisanya ngerengek klau pengen sesuatu, atau ada badan yang kerasa sakit tapi dia belum bisa bilang, “Bunda, ini yang sakit”. Atau klau lagi ngASI ngeliatiin terus sambil ngeraba-raba, plus gigitan gemes oleh gigi pertamanya itu loh yang sakitnya tuh nyelecep sampe hati gaess.
Sayangnya waktu terus berjalan. Setahun kemudian mungkin dia udah gamau digendong-gendong lagi, nyium puas dia pun udah agak-agak susah, maunya bebas lari sana sini. Bersyukur kalau dia masih ASI, masih bisa menatap lebih lama wajah sucinya, masih bisa kita peluk erat, cium pasrah pun masih bisa 😚
Suatu saat kita akan merindukan semuanya. Kangen sama wangi mulutnya kalau dia udah nangis atau ketawa, kangen sama wangi asem keringetnya yang khas pas bangun tidur. Kangen sama kata-kata atau kode absurdnya dimana kita harus tebak-tebakan dulu biar paham maksudnya apa.
Dia akan terus bertumbuh dan berkembang, semakin lama akan semakin bisa melakukan sesuatu. Semakin lama dia akan semakin tidak bergantung pada kami sebagai orangtuanya. Dia akan tumbuh sebagai remaja, orang dewasa yang akan menikah juga, memiliki anak lalu cucu.
Ya Allah 😢
Selalu berharap dan berdo’a semoga Allah melembutkan hati kami menjadi orangtua yang sholih, agar kami pun mampu memberikan contoh yang baik, mampu menemani, mendampingi, dan mendidiknya. Pada akhirnya hanya do’a-do’anyalah yang akan menjadi penerang dan penyelamat kami di Akhirat. Aamiin.

Jika Anda menyukai tulisan ini, mari bagikan, agar manfaatnya bisa tersebar lebih luas 🙂
fb-share-icon0

Hits: 20

Related posts

Leave a Comment