Sejarah Singkat

Saat awal Ibu Profesional mengadakan kelas online, platform yang digunakan adalah Wiziq dengan dipandu langsung oleh Ibu Septi Wulandani. Jadwal belajar hari rabu di setiap pekannya.

Kala itu saling sapa dan berkomentar dilakukan melalui kolom chat Wiziq. Dengan inisiatif dari teh Zakia, terbentuklah grup Institut Ibu Profesional (IIP) Bandung pada bulan September/Oktober 2013 dengan menggunakan platform grup Facebook.

Dengan terbentuknya grup Facebook ini, melalui chat Whatsapp Bubu Wiwik meminta izin pada Bu Septi untuk pembentukan IIP wilayah Bandung. Izin dari Bu Septi turun sebab beliau berharap IIP hadir dari kebutuhan membernya.

Pertemuan pertama antara para founder dengan bu Septi disepakati tanggal 10 November 2013 pukul 8.00 pagi WIB di Telkom University. Karena keterlambatan para founder hadir tepat waktu, bu Septi menegur mereka dengan mengingatkan value Ibu Profesional: on time. Kala itu yang datang adalah bubu Wiwik, teh Zakia, teh Dita, teh Deasy dan teh Dewi.

Ibu Profesional Bandung Terbentuk

Dalam rangka pembentukan IIP wilayah Bandung, bu Septi memberikan tantangan dengan meminta para founder membuat kuliah umum perdana. Semula direncanakan di bulan Maret 2014 akan tetapi dimajukan menjadi Januari 2014 karena bu Septi bisa hadir sekeluarga.

Maka kuliah umum perdana pun dibuat. Diadakah di GSG Mesjid Salman ITB dengan dihadiri oleh 250 orang. Tema yang diangkat adalah Komunikasi Produktif.

Usai kuliah umum, dibentuklah grup Whatsapp. Kala itu kuota grup hanya 50 orang sehingga dibentuk 2 grup dengan total member 100 orang.

Dari grup Whatsapp ini pula muncul Rumah Belajar (RB). Kehadiran RB karena kebutuhan member IP Bandung. Dibentuklah RB perdana yakni Cikutra dan KMS (Kopo, Margahayu, Soreang) yang digawangi oleh teh Zakia.

Membentuk Kepengurusan

Setelah IIP Bandung terbentuk, tentu ada kebutuhan akan kepengurusan. Terpilihlah teh Dita yang menjabat sebagai ketua selama 1,5 tahun. Kepemimpinan di 6 bulan terakhir digantikan oleh teh Zakia sebagai ketua dan bubu Wiwik sebagai wakil karena teh Dita pindah ke Gresik.

Setelah itu terpilih teh Nisa (atau dikenal dengan teh Nca) sebagai leader yang menjabat selama 1,5 tahun. Lalu 6 bulan sisanya didampingi oleh bubu Wiwik kembali sebagai wakil.

Posisi leader kemudian beralih pada teh Wening yang menjabat hingga akhir 2019.

Kredit doodle by: Dewi Nita Purnamasari