Trik Manajemen Gadget di Kelas Online: Ampuh agar Tak Ketinggalan Informasi

Kontributor : Diah Adni

Kala dihadapkan pada era teknologi canggih seperti saat ini, berimbas pada aktivitas apapun yang serba online, cepat, dan mudah. Berbatas interaksi langsung, lebih menggemari gadget. Informasi juga tak kalah peranannya, ia semakin mudah untuk diakses, dipelajari, dan ditiru. Melihat fenomena ini, tak jarang berbagai kelompok berlomba-lomba untuk menyampaikan ilmu yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat, via online, tentu saja. Dan, masyarakat yang termanjakan, akan mulai memasuki kelas-kelas online yang disuguhkan oleh para pemateri. Icip-icip atau belajar sungguhan memang beda tipis pada mulanya.

Di tengah derasnya informasi dan didukung oleh teknologi, kegiatan offline perlahan mulai ditinggalkan. Merasa cukup menimba ilmu, tanpa harus lelah keluar rumah. Namun, bagi yang memiliki ikatan kuat, rasa memiliki akan suatu kelompok/komunitas, mereka tetap memerlukan tatap muka, seringkali kita sebut Kopdar, Kopi Darat. Penasaran dengan orang-orang di balik layar yang selalu memberikan semangat juga inspirasi.

Hal ini nampaknya berlaku pada member Kabungah 6 IP Bandung yang telah sukses mengadakan Kopdar bertemakan Sabumi Sauyunan di Taman Lalu Lintas pada 3 November 2019 lalu. Dihadiri oleh 40 orang member, dengan rasa haru dan bahagia akhirnya bertemu teman-teman ideologis. Sabumi Sauyunan berarti serumah hidup rukun sealiran sepemahaman saling asah asuh asih.

Gambar 1. Peserta Kopdar Kabungah 6 IP Bandung

Hari yang cerah di Kota Bandung, secerah dresscode biru dan pink di bawah pohon rindang kawasan rumput sintesis mainan Korsel. Tawa canda, saling bertegur sapa, tak ayal melanjutkan curhatan dari grup ke Kopdar ini. Benar-benar memanfaatkan momen Kopdar dengan maksimal, sementara anak-anak diasuh oleh suami atau saudara yang menemani. Terimakasih wahai support system. 

Demi meningkatkan kefokusan dan kebugaran, Kopdar diawali dengan senam Maumere oleh Teh Annisya. Seringnya praktek senam di rumah, terbukti pada saat Kopdar dengan keluwesan setiap gerakannya. Sudah lebih bugar dan semangat? Bersiap untuk menerima kucuran ilmu nih dari Leader IP Bandung yaitu Mama Wening.

Problematika komunitas online salah satunya adalah manajemen gadget. Pada kenyataannya, tidak semua bisa memanej dengan baik, dengan berbagai latar belakang ibu pekerja publik, ibu dengan beberapa anak yang masih kecil-kecil, bahkan singleLillah yang bertugas korporat pun seringkali kewalahan dalam pengaturan gadget ini.

“Saya suka ketinggalan info dan obrolan di grup, Teh. Jadi scroll terus, eh pas mau menanggapi, udah lain lagi bahasannya,” curhat salah satu member. “Malu, Teh. Udah lama ga nongol di grup, takut ga nyambung, nanya yang udah pernah ditanyain, terus ga ada yang balik menanggapi,” lanjut member lainnya.

Waahh memang yaa, kita harus pintar dalam pengaturan jam online. Meski di Kabungah sendiri sudah memiliki jam tertentu untuk stay tuned di grup. Jadi, tidak harus terus-menerus mantengin gadget. Teman-teman masih bisa dengan leluasa beraktivitas tanpa terganggu dengan proses pembelajaran di IP Bandung.

“Saya total grup WA itu kira-kira 92 grup, kemudian saya luangkan waktu per harinya untuk membaca grup juga info penting lainnya. Tidak selalu hadir tidak apa-apa. Teman-teman bisa meluangkan 15-30 menit setiap harinya untuk benar-benar fokus membaca grup, biar tidak ketinggalan info.” Kata Mama Wening memberikan solusi.

Lalu, terkait dengan ketakutan akan kondisi hening setelah kita berbicara di grup, Mama Wening balik bertanya, “memangnya sudah pernah kejadian kalau dicuekin? Sudah pernah dicoba? Itu hanya pikiran teman-teman saja, disini, kita apresiasi sekecil apapun respon teman-teman.”

Waaahh sampai sini jadi semakin semangat untuk cuap-cuap di grup. Kembali hadir setelah sekian purnama menghilang. Berkontribusi sekecil apapun.

Di sesi inti, Mama Wening menjelaskan tentang rantai gajah, yaitu hal yang membelenggu kita untuk bergerak dan menjadi lebih baik, lebih bermanfaat. Dua orang saling berpasangan, kemudian masing-masing menjelaskan apa rantai gajahnya, apa yang akan terjadi jika rantai tersebut terus melekat, dan apa yang terjadi jika rantai gajah terlepas. “misal, rantai gajahnya malu berbicara. Yang terjadi jika terus malu adalah kurangnya informasi. Jika kurang informasi akan menghambat pengembangan diri. Tapi jika malu berbicara dilepas, akan seperti apa? Bagaimana?” urai beliau memberikan contoh. 

Nah sudah kebayang apa rantai gajahmu? Hayuuk segera dilepas, biar lebih bersinar dan bermanfaat.

Terakhir, wejangan dari Leader IP Bandung sebagai closing statement, “salah 1 value Ibu Profesional yang kita perlu pegang sasarengan adalah bersungguh-sungguhlah engkau di dalam, maka engkau akan keluar dengan kesungguhan itu. Semoga Bumi Kabungah 6 ini bisa menjadi tempat belajar dan bertumbuh teman-teman untuk menguatkan peran teman-teman sebagai seorang wanita, istri, dan ibu.”

Kopdar Kabungah 6 diakhiri dengan pembagian doorprize dan botram. Menu nya pun dibawa oleh member Kabungah 6. Semuanya lezat dan yang penting banyak varian menu. Jadi bisa milih dan bawa pulang untuk oleh-oleh. Yang terakhir ini, ibu-ibu pasti sedia misting kosong. Ya kan?

Hits: 1

Related posts

Leave a Comment